7

Peningkatan Ketangguhan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Bergerak Melalui Edukasi, Mitigasi, dan Pemberdayaan Berbasis Komunitas di Desa Pasirmunjul, Kec. Sukatani, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

03 Aug 2025 - 215 dilihat

Peningkatan Ketangguhan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Bergerak Melalui Edukasi, Mitigasi, dan Pemberdayaan Berbasis Komunitas di Desa Pasirmunjul, Kec. Sukatani, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

Purwakarta, 3 Juli 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia melaksanakan kegiatan bertajuk "Peningkatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Tanah Bergerak melalui Edukasi, Mitigasi, dan Pemberdayaan Berbasis Komunitas" di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana tanah bergerak seperti Desa Pasirmunjul. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, perangkat desa, serta relawan setempat.

Ketua tim PKM Dr. Herlina, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait potensi bahaya tanah bergerak, cara mitigasi, serta pentingnya pemberdayaan komunitas dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemetaan wilayah rawan, simulasi evakuasi, dan pelatihan tanggap darurat berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan mencakup:
Sosialisasi bahaya dan penyebab tanah bergerak, dengan pemaparan dari ahli geologi dan kebencanaan;
Pembagian Sembako;
Simulasi evakuasi dan pembuatan jalur evakuasi darurat;
Pembentukan dan pelatihan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD);
Diskusi kelompok terarah (FGD) untuk merancang rencana aksi komunitas.

Kepala Desa Pasirmunjul, Bapak USEP, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Selama ini masyarakat kami hidup berdampingan dengan risiko bencana, tetapi minim pengetahuan teknis untuk menghadapinya. Kegiatan ini sangat membantu, kami jadi lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Kegiatan PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa rawan bencana lainnya, dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Berita Lainnya